Senin, 02 Mei 2016

Bangkitkan Semangat Nge-blog Bersama Ida Tamidah



Pernah merasa jenuh nge-blog? Atau malah semangat menulisnya hilang sama sekali? Duh, jangan sampai, ya. Nge-blog dan menulis adalah satu kegiatan yang seharusnya bisa memancing semangat. Yah, walau kadang sebagai manusia kita lebih sering moody. Lagi kepengen nge-blog, ya di lakukan. Kalau ngga, ya dibiarkan saja. Sebagai manusia kita selalu mempunyai alasan untuk menunda melakukannya.

Bagaimana caranya agar semangat nge-blog bisa bangkit kembali? Mungkin saja pertanyaan ini sering muncul saat kita mulai merasa jenuh dan ingin bebas dari ‘tugas’ penting. Padahal kan ya, nge-blog itu adalah alasan kita untuk menyalurkan minat dan bakat kita dalam menulis.

Beruntung bisa mengenal seorang blogger asal Cimahi Bandung, Ida Tamidah. Dalam blog nya Cerita Ida, beliau memberikan 7 Tips Mengatasi Rasa Jenuh Nge-blog. Artikel ini menjadi fokus utama saya begitu berkunjung ke rumah keduanya Mba Ida. Sebagai blogger pemula, tentu saja saya masih berusaha menemukan jati diri. Nah lho? Hehee.. Iya, saya belum bisa menemukan ritme sendiri dalam menuangkan ide ke dalam blog. Satu ketika ide nya muncul, namun ketika hendak menuliskan malah kebingungan sendiri. Dan akhirnya….semangat makin kendur… Ga pake lama, kok. J

Menurut Mba Ida, setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda agar semangat ngeblog terus membara. Semuanya kembali lagi ke motivasi awal kita nge-blog. jadi kalau sudah mulai jenuh, kita ingat saja motivasi awal. Kalau saya sendiri, motivasi awal nge blog tentu saja ingin menjadi penulis kecil-kecilan dulu. Hihii…menulis di rumah sendiri dan semakin sering dilatih bakal ikutan menulis di ‘rumah’ yang lain juga.

Senang banget bisa berkumpul ke blog nya Mba Ida. Sebagai sesama full time mom pastinya lebih sulit mengatur waktu antara urusan rumah tangga dan kegiatan menulis. Namun, Mba Ida justru menunjukkan produktivitasnya. Mba Ida menjadi seorang content writer di sebuah website keluarga dan dewan redaksi di sebuah bultein komunitas.

Selain nge-blog, Mba Ida juga membuka usaha kecil-kecilan di rumah. Ya, usaha laundry kiloan. Lokasi rumah yang dekat dengan universitas sangat mendukung berdirinya usaha ini. Salut dengan Mba Ida yang punya banyak aktivitas di rumah.

Ketika rasa jenuh nge-blog datang, Mba Ida mengambil pilihan untuk mengikuti beberapa event komunitas blogger. Ini menjadi nomor utama bagi Mba Ida untuk mengatasi kejenuhan dalam nge-blog. Dengan bertemu teman blogger, kita akan menemukan suasana baru, semangat pun akan bangkit kembali.

Yap. Benar banget. Melihat keberhasilan teman-teman blogger yang lain, saya juga semakin semangat untuk serius nge-blog.

Terimakasih atas motivasi nya Mba Ida J


Mau kenal Mba Ida lebih lanjut? Sila kunjungi blog pribadi nya di www.idatahmidah.com J

Senin, 25 April 2016

Femmy Maharani, IRT Yang Jago Bisnis Online

sumber: blog.duitpintar.com

Benarkah menjadi ibu rumah tangga saja bisa mempunyai penghasilan setara dengan gaji kantoran? Pertanyaan ini tentu saja sering muncul dalam pikiran kita. Perkembangan zaman  menuntut masyarakat untuk bekerja lebih keras lagi. Kebutuhan hidup semakin meningkat. Mengandalkan gaji suami saja tidak cukup. Sebagai istri, kita diharuskan mampu membantu suami memenuhi kebutuhan rumah tangga. Mempunyai bisnis dari rumah adalah pilihan.

Bagi Femmy Maharani, ibu rumah tangga yang saat ini tinggal di Nabire Papua, keterbatasan bukanlah alasan untuk gagal dan menyerah. Walau hanya tamat SMA dan memiliki pengetahuan yang minim mengenai teknologi, ia tetap berupaya untuk meraih cita-cita. Tidak ada yang tidak mungkin. Semua akan dimudahkan selama kita mau berusaha. Hal ini terlihat dari tekadnya memulai bisnis online sejak bulan Januari 2015. Ia mulai bergabung besama jaringan dBC-Network untuk menjalankan bisnis Oriflame

Keputusannya ini tentu membuahkan hasil. Femmy mendapat banyak sekali keuntungan dari berjejaring. Ia juga menjual produk Oriflame secara online dan offline dengan memamerkan katalog kebanggaannya. Tidak hanya itu, dari bisnis yang dijalankan inilah ia mulai bermetamorfosa. Dari gaptek menjadi sosok yang mampu menjalankan bisnis online lewat digital marketing.

Bagaimana agar mampu menyeimbangkan waktu antara menjalankan bisnis dan mengurus rumah tangga? Disiplin adalah kunci rahasia ibu dari 2 orang putra ini. Dengan menerapkan sitem 2-4-4,  bisnis Oriflame berjalan dengan lancar. Diawali 2 jam di pagi hari setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumah, 4 jam siang hari, dan 4 jam malam hari. Bisnis Oriflame lancar, urusan rumah tangga aman.

“Dalam menjalankan sebuah bisnis kita harus mencintai proses yang dilakukan untuk membangun dan menjalankan bisnis,” pesan Femmy Maharani. Tinggal di wilayah Indonesia bagian Timur, Papua, tentu saja banyak mengalami hambatan. Perbedaan waktu dan kondisi jaringan internet yang terbatas bukanlah penghalang. Ini adalah proses yang dilaluinya. Kendala yang ada dijadikan semangat untuk terus melebarkan jaringan dan memasarkan produk kecantikan favoritnya.


Dukungan dari keluarga tercinta dijadikannya sebagai semangat. Perlahan dan  pasti akan terjadi, Femmy menikmati setiap proses yang dilewatinya dari satu level ke tingkat yang lebih tinggi. Hanya tamat SMA tetapi bisa jadi seorang Manager? Kenapa tidak? Bahkan posisi Director juga bisa kita raih hanya dengan menjalankan bisnis dari rumah. Semua butuh proses dan keseriusan kita. 

Ingin berkenalan dengan Femmy? Bisa langsung hubungi WA 085244102778 atau PIN 5EE1CA80.

Jumat, 22 April 2016

Dya Loretta, Membangun Personal Branding Para Blogger


Saya dan Dya Loretta dalam acara workshop tentang personal branding

Berbicara mengenai brand tentu tidak lepas dari yang namanya identitas, baik itu identitas diri seseorang maupun sebuah barang. Namun, apa yang menarik dari kata ‘brand’ itu sendiri? Seberapa besarkah pengaruhnya bagi si pemilik brand atau pun bagi lingkungan masyarakat?

Akhir pekan lalu, Sabtu ( 16/4 ), saya mendapat kesempatan mengikuti workshop yang diadakan Forum Liputan 6 SCTV  dalam ajang Community Meet Up bersama Komunitas Blogger Crony. Acara diadakan di lantai 14 gedung SCTV. Tepatnya, di sebuah ruangan kaca yang bersebelahan dengan ruang redaksi yang penuh dengan layar kaca disana sini. Para anggota Blogger Crony terlihat sangat antusias mengikuti workshop ini.

Yah, walaupun lokasinya jauh, tapi saya tetap semangat untuk bisa hadir. Suami dan anak, Abang Gio, pun bersemangat menemani Bunda nya yang sedang butuh ilmu. Bagaimana tidak, beberapa hari sebelum acara diadakan, saya sudah terbayang-bayang akan materi yang hendak dibagikan. Brand You And Your Blog. Adalah materi yang mampu membuat saya penasaran. Bagi seseorang yang baru menekuni aktivitas nge-blog (baca:blogger pemula), tentu ini menjadi modal dasar yang harus saya ketahui.

Dya Loretta, seorang Dosen Komunikasi dan Marketing Communication Ekspert, menjadi narasumber dalam workshop hari itu. Beliau juga seorang penulis buku It’s Me! Superbrand Diri Untuk Jadi Beda. Dya Loretta juga sering diundang untuk menjadi pembicara mengenai personal branding di beberapa komunitas.


Dya Loretta Berbagi Ilmu Di Gedung SCTV Lantai 14


Menurut Dya Loretta, personal branding yaitu diri pribadi dengan segala kekuatan dan keunikan diri yang memiliki nilai dan meraih hati khalayak dengan harapan untuk mendapat pengakuan secara positif. Artinya, kita ingin seperti apa masyarakat mengenal kita. Tentu kita sendirilah yang menciptakan ‘sesuatu’ untuk bisa diakui di masyarakat, yaitu dengan menghadirkan keunikan diri kita.

Sama halnya saat berkenalan dengan orang baru. Dalam pikiran kita pasti akan muncul pertanyaan, ‘Siapa dia?’ dan ‘Apa yang menarik dari dirinya?’. Kesan yang muncul dalam pertemuan itulah yang akan dijadikan sebagai identitas. Dan selanjutnya, identitas akan terekam dalam ingatan.
Abang Gio Berkenalan Dengan Mba Dya Loretta

Abang Gio Berkenalan Dengan Mas Satto Raji, Founder Blogger Crony Community

Personal Branding Dan Blogger
Identitas seorang blogger terlihat dari kualitas konten yang dimiliki. Yaitu,  blogger dikenal dari tulisan yang ditampilkan. Apa yang dituangkan dalam media sosial mencerminkan diri pribadi. Selain itu, ciri khas dalam penyampaian informasi atau pemilihan kata akan menjadi sesuatu yang dikenal oleh pembaca.

Selfie. Blogger suka selfie? Harus, dong! Ini adalah tuntutan pekerjaan. Upss, lebih tepatnya, tuntutan untuk cara membranding diri. Selain pilihan kata yang digunakan, blogger juga dikenal dari penggunaan gambar yang mampu menarik perhatian.

Misalnya, seorang blogger yang suka berpetualang dan berbagi kisah perjalanannya. Ia akan mengabadikan setiap tempat yang dikunjungi lewat tulisan. Foto-toto selfie yang dibagikan dalam blog menjadi pendukung informasi yang diberikan. Menampilkan foto dan pengalaman pribadi tentang kisah perjalanan secara konsisten ini akan membentuk sebuah brand blogger itu sendiri. Traveller blogger, dengan segala keunikan yang dimilikinya.

Untuk membangun personal branding dapat dimulai dengan mempersiapkan diri mau dikenal seperti apa. Personal branding dapat dibangun dengan mencari sisi kekuatan diri yang kita ketahui. Kemudian minta orang lain untuk mencari sisi kekuatan diri kita yang mereka ketahui. Apa yang menjadi kekuatan kita akan terlihat jelas, dan itulah yang akan menjadi personal brand kita.

Fokus!
Di akhir materi, Mba Dya Loretta berbagi kunci keberhasilan dalam membangun personal branding. Fokus! Terus kembangkan, semakin komunikasikan diri dan ciptakan citra diri yang baik juga. 
Materi Personal Branding Mba Dya Loretta Dalam Forum Liputan6.com
Bertumbuh bersama Blogger Crony Community menjadi kebanggaan tersendiri. Thanks to Mba Dya Loretta atas ilmunya, buat Liputan6.com yang sudah kasih kesempatan emas ini. Juga buat suami dan putraku yang bersedia menemani langkah Bundanya menjadi ibu yang kreatif.
Keluarga Blogger Crony Bersama Dya Loretta Dalam Forum Liputan6.com


Jumat, 15 April 2016

Lactacyd White Intimate Kembalikan Kecerahan Ku

https://mandukaindonesia.com/wp-content/uploads/2013/08/ibu-hamil.jpg
sumber: mandukaindonesia.com

Masa hamil adalah masa yang paling indah. Dimana aku bisa dimanjakan oleh lingkungan tanpa ku minta. Aku bebas mengekspresikan rasa bahagia bahkan amarah tanpa takut orang lain akan menyalahkanku. Ya, ketidakstabilan emosi ibu hamil kujadikan sebagai pegangan . Orang-orang akan memaklumi sikap ku dan membiarkan aku mengekspresikan apa yang ku rasa sesuka hati.


Terlepas dari rasa bahagia itu, aku juga dibalut rasa khawatir. Semakin hari, seiring semakin tuanya kehamilan, aku mengalami perubahan warna kulit di bagian tubuh tertentu, terutama pada lipatan paha.  Kulit yang tadinya putih bersih berubah menjadi gelap gulita. Berat badan yang semakin bertambah membuat daerah Miss V semakin rentan terhadap gesekan. Belum lagi keringat yang berlebihan, semakin memberikan ketidaknyamanan bagiku.

Sesuai keterangan dokter spesialis kandungan, perubahan warna kulit yang ku alami merupakan kondisi normal. Setiap ibu hamil akan mengalami hiperpigmentasi akibat terjadinya peningkatan hormon. Untuk hal ini aku bisa terima. Namun, bagaimana caranya agar kegelapan di daerah Miss V bisa berubah menjadi terang benderang? Pertanyaan itu selalu mengikuti ku, setiap hari. 

Apa usaha yang aku lakukan untuk mengatasi Miss V yang semakin menghitam? Yang pertama kali aku lakukan adalah, mengsosok bagian yng menghitam dengan menggunakan kain dan sabun saat mandi. Hasilnya, aku bukan mendapatkan kulit yang putih mulus, melainkan kulit kemerahan akibat iritasi.

Sampai akhirnya, setelah melahirkan, teman kerja suamiku datang berkunjung ke rumah. Aku pikir mereka hanya membawa kado untuk bayi mungilku. Ternyata, aku juga mendapat hadiah, satu paket produk Lactacyd. Lactacyd All Day Fresh, Lactacyd Feminine Wipes, Lactacyd Feminine Hygiene dan Lactacyd White Intimate. Waw, produk Lactacyd beraneka ragam dan memiliki manfaat masing-masing.

Lactacyd All Day Fresh. Pembersih kewanitaan untuk memberi kesegaran sepanjang hari.

Lactacyd Feminine Wipes. Merupakan tisu basah untuk membersihkan area V dan praktis di bawa kemana-mana.

Lactacyd Feminine Hygiene. Melindungi daerah V dari gatal dan bau. Cocok digunakan untuk wanita yang memiliki masalah pH tidak seimbang akibat kelembaban berlebih.

Lactacyd White Intimate. Merupakan pembersih kewanitaan yang diperkaya dengan bahan alami untuk mencerahkan kulit sekitar area V.


Tentu saja aku tertarik untuk memakai Lactacyd White Intimate terlebih dahulu. Pada pemakaian pertama memang tidak terasa perubahan apa-apa. Area V masih tetap menghitam. Namun, rasa bersih dan segar sudah kurasakan. Aku tetap yakin, aku akan mendapat hasil seperti yang ku harapkan. Setiap hari, sewaktu mandi, aku selalu membersihkan daerah V dengan menggunakan Lactacyd White Intimate. 

Lactacyd White Intimate

Dua minggu kemudian, aku mulai merasakan perubahan. Daerah V sedikit lebih cerah, walau masih ada bayangan hitam. Artinya, produk Lactacyd yang aku gunakan sudah mulai bekerja. Dan aku paling bahagia ketika di minggu ke-4 daerah V tampak cerah dan bersih. Dari hari ke hari, warna gelap mulai menghilang berganti dengan kulit yang cerah. Aku merasa menemukan jawaban atas keresahan selama ini. 

Jadi, bagi wanita yang memiliki masalah dengan daerah V yang menghitam, terlebih ibu hamil atau ibu yang baru melahirkan, tidak usah khawatir lagi. Aku sudah merasakan manfaatnya. Hanya Lactacyd White Intimate yang terbukti secara klinis mencerahkan daerah V dalam 4 minggu.
Apa sih kandungan Lactacyd White Intimate itu?


Lactacyd White Intimate memiliki kandungan alami berupa susu, bengkotang dan algo white. Ekstrak susu lactoserum dan asam laktat berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan pH alami vagina. Apabila pH vagina tidak seimbang maka akan mempercepat pertumbuhan bakteri jahat.
Lactacyd White Intimate telah teruji secara dermatologi dapat digunakan setiap hari. Aman. Aku sudah membuktikannya.

Lega rasanya kalau Miss V bisa cerah kembali. Hari-hari pun akan menjadi lebih indah dan semakin percaya diri. So, buat kamu yang bingung kasih kado apa untuk teman  yang baru melahirkan,
Lactacyd White Intimate bisa menjadi pilihan. Yakin, deh, mereka juga mengalami kekhawatiran seperti yang pernah aku rasakan.













Selasa, 12 April 2016

Berburu Lomba Bersama Ira Guslina

ira guslina
Ira Guslina Berbagi Informasi Mengenai Lomba Blog Dalam Dunia Biza
Lomba dan berkompetisi adalah sesuatu yang menyenangkan buat saya. Jangan tanya sudah berapa banyak lomba yang saya ikuti. Belum banyak, sih. Tapi kalau mencari info lomba, ya,  sudah sering banget. Pertanyaan yang sering saya dapati adalah seberapa hebatnya kah jika kita berhasil memenangkan lomba?

Jujur saja, lomba yang pernah saya ikuti bahkan ada yang hanya memberikan hadiah yang jika dinominalkan hanya beberapa ribu saja. Rugi? Saya rasa tidak. Mengikuti lomba dan kuis-kuis mampu memicu adrenalin (duh, pake adrenalin segala, ya). Saya tertantang untuk lebih kreatif dalam menghasilkan ide-ide. Yah, walaupun bagi sebagian orang ide saya masih dibawah rata-rata. Tidak masalah, yang penting adalah kemauan untuk menggali potensi diri dalam berkreasi. Setuju?

Berbicara mengenai lomba, saya paling tertarik dengan postingan dari Mba Ira Guslina dalan Dunia Biza nya yang membagikan informasi mengenai lomba blog. Begitu saya melihat postingan itu, hati kecil berkata, “Ini dia!!!” dengan segera mata berkeliaran membaca lomba demi lomba yang disajikan. Yah, seperti biasa, kebiasaan ibu-ibu, yang dibaca terlebih dahulu pastilah reward yang ditawarkan. Berapa besar rupiah yang akan diterima. Namanya, rezeki tak kemana. Kalau kita yang berhak, pasti bakal jadi pemenang. Yang penting sudah mau mencoba. Itu saja.

Dulunya, sebelum menaruh perhatian penuh dengan dunia nge-blog, saya justru bingung untuk mengikuti beragam lomba blog. Bukan karena fasilitas yang tidak mendukung, tetapi lebih kepada keterampilan menulis yang belum mahir. Sampai suatu ketika suami pernah meminta saya untuk fokus nge-blog. Mendulang rupiah dari rumah maya. Hahaa… Menarik bukan? Uupss, sebenarnya yang menjadi alasan utama adalah karena saya suka menulis. Dengan aktif menulis di blog, saya bisa berbagi dengan siapa saja.

Mba Ira Guslina, wanita berdarah minang yang pernah mengecap pendidikan di Universitas Riau ini ternyata sudah membuktikan keuntungan yang didapatkan dari aktivitas menulis di blog. Tidak heran jika beberapa lomba blog sudah dimenangkannya. Dalam waktu 5 bulan (Oktober 2015 – Maret 2016) saja beliau sudah memenangkan 10 lomba blog. Good…good…good…

Bersyukur bisa mendapat informasi lomba dari mba Ira. Walaupun ada beberapa yang sudah lewat deadlinenya, namun masih ada kesempatan untuk  ikut berpartisipasi dalam lomba lainnya. Semoga bisa mengikuti jejak Mba Ira nih. 

Ya, mengikuti lomba blog, lebih tepatnya lagi lomba menulis, adalah suatu kepuasan tersendiri. Sama, seperti kita menunggu panggilan kerja, begitu jugalah rasanya saat menunggu pengumuman pemenang. Melihat nama kita berada diantara pemenang yang lain rasanya WOW. Lega. Bahagia. Bangga. Dan sulit diungkapkan dengan kata-kata. Hanya yang pernah mengikutinyalah yang bisa merasakan keseruan memenangkan suatu lomba.

Terimakasih Mba Ira atas informasi, semangat, dan ilmunya. Menjadi kreatif itu penting. Tidak harus dengan mengikuti lomba blog saja, tetapi banyak hal yang bisa kita lakukan, terlebih bagi ibu yang memutuskan untuk menjadi full time mom. Segera gali potensi diri kita, kembangkan, dan bagikan kepada semua orang agar mereka juga merasakan manfaatnya. Seperti yang dilakukan Mba Ira, memberi informasi yang membangkitkan semangat saya dalam meningkatkan kemampuan menulis.

Karena menulis adalah kebanggaan buat saya.


Senin, 11 April 2016

Menjadi Entrepreneur Lewat Bisnis Daycare

Wuri Green Kids dan Ummi Aleeya dalam acara bedah buku di Radio Sonora FM Bandung


Apa yang terbayang dalam pikiran kita jika ditanya mengenai bayi dan anak-anak?  Lucu dan menggemaskan.  Ya, tingkah lucunya membuat orang dewasa tertawa terbahak-bahak. Menyenangkan, bukan? Namun, bagaimana jika kita menghadapi  anak-anak  yang suka mengobrak-abrik lingkungan sekitar? Bahkan mereka sampai saling berebut mainan. Anak yang  kalah akan menangis  sambil berteriak-teriak. Wah, benar-benar menguji kesabaran. Mereka  berusaha mengekspresikan apa yang dirasakan. Marah, senang, sedih semua dibarengi dengan suara teriakannya. 

Bagi Wuri Green Kids dan Ummi Aleeya, menghadapi anak-anak justru sesuatu yang menyenangkan. Mereka menikmati setiap keluguan dan keceriaan bahkan keriuhan sikap anak-anak. Kecintaan dan kesabaran dalam berinteraksi dengan anak-anak membuat mereka menciptakan ide baru, yaitu mengumpulkan anak-anak di rumah dan memberikan pengasuhan dengan kasih sayang yang tulus. Orangtua yang memiliki aktivitas  padat diluar rumah, bisa menitipkan anak-anaknya dan menjemput jika sudah selesai. Lamban laun, ide ini berubah menjadi bisnis yang mampu menghasilkan rupiah, berbisnis Daycare

Daycare, lebih tepatnya lagi Daycare Rumahan adalah taman penitipan anak yang diselenggarakan di rumah pribadi atau menyewa tempat khusus untuk terselenggaranya kegiatan penitipan anak. Tujuannya adalah memudahkan orang tua khususnya yang mempunyai balita untuk mendapatkan pengasuh yang sabar dengan pola asuh yang menyenangkan. Orangtua tidak perlu lagi khawatir saat bekerja diluar. Saat akan bepergian pun, anak-anak tidak perlu dibawa kemana-mana.
Keberhasilan dalam mengelola bisnis daycare membuat kedua wanita alumni Sekolah Perempuan ini tertarik menuliskan pengalamannya dalam merintis dan mengelola daycare rumahan secara rinci. Wuri menulis buku “Ladang Duit Dari Bisnis Daycare” dan Ummi Aleeya adalah penulis ebook “Seluk Beluk Daycare Rumahan”. Buku ini ditulis mengingat masih sedikitnya buku panduan dalam memulai bisnis daycare

Mimpi besar kedua wanita hebat ini yaitu mengajak lebih banyak kaum ibu untuk peduli kepada anak-anak dan memiliki daycare rumahan yang dikelola secara professional. Pemilik daycare memegang tanggung jawab yang sangat besar terhadap suatu perkembangan,  tidak hanya perkembangan bisnisnya itu sendiri tetapi lebih kepada perkembangan anak-anak asuhannya. 

Saat ini, penyedia jasa daycare masih sulit dicari. Bagi ibu-ibu yang ingin menjadi enterpreneur dan cinta anak serta penyabar, bisnis daycare bisa menjadi pilihan. Wuri Green Kids dan Ummi Aleeya akan memberikan bimbingan lewat Training Online mengenai “Seluk Beluk Daycare Rumahan” di grup Whatsapp tanggal 15 Mei 2016.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan  kontak beliau lewat akun facebooknya Wuri Green Kids dan Ummi Aleeya.

Selasa, 29 Maret 2016

Elisa Koraag; Si Nyonya Bawel Yang Menggoda

Elisa Koraag, Blogger Senior


Tergoda? Iya.
Sebenarnya saya belum pernah mengenalnya. Melihat namanya saja baru satu bulan ini, semenjak bergabung dalam satu grup Arisan Link Kelompok 1. Ketika namanya disebut sebagai pemenang arisan, barulah saya disajikan beraneka blog yang dimilikinya. Mulai dari berplatfrom blogspot, kompasiana, blogdetik, bahkan Indonesiana. Namun, ada satu blog yang langsung menarik perhatian saya. Nyonya Bawel. Begitu melihat blog ini  barulah hati  mulai tergoda mencari tahu lebih banyak tentang dirinya.

Elisa Koraag, ibu 2 anak yang mulai mengesahkan diri menjadi full time mom di tahun 2011 dan full time blogger di tahun 2012. Namun, saya sendiri belum sempat menanyakan kapan si Nyonya Bawel disahkan. Sepertinya sudah cukup lama. 

Tadinya saya berpikir Bunda Elisa seumuran kakak pertama saya, yah sekitar 35 gitu. Namun, setelah membaca profilnya, asli saya terkaget-kaget. Tidak disangka, wajahnya yang selalu segar dan menampilkan keceriaan itu mampu menutupi usianya yang ternyata sudah mencapai 50 tahun ( setengah abad, guys) . Kesederhanaan yang dimilikinya itulah yang membuat dia selalu terlihat lebih muda. Beliau tetap mempunyai semangat berkarya. Buku Sketsa Sebuah Senyum, yang berupa kumpulan puisi menjadi buku solo yang ia terbitkan sebagai penanda usia ke 50 tahun.

Entah kenapa, awalnya saya merasa minder. Saya sebagai blogger pemula berkesempatan mengkaji sosok si blogger senior ini. Beliau selalu aktif dengan berbagai kegiatan yang bekerjasama dengan para blogger. Jadi ingat, saya sempat mendaftarkan diri mengikuti acara sosialisasi dari Kemenkes tanggal 22 Maret 2016 kemarin, tetapi karena sesuatu hal saya tidak bisa menghadirinya. Hati kecil sangat menyayangkan, “Yah…ngga jadi deh ketemu sama Bunda Elisa.” Upss, lebih semangat mana ya, ketemu beliau atau ikut sosialisasi dari Kemenkes nya? J

Beliau sudah mempunyai banyak pengalaman di dunia kepenulisan. Sejak kuliah ia sudah bekerja sebagai reporter freelance di beberapa tabloid dan majalah. Kemudian bekerja di Radio Pesona FM Jakarta selama 10 tahun, dan terakhir bekerja di perusahaan penelitian sosial, politik dan marketing selama 7 tahun. 

Ingin mengenal Bunda Elisa lebih jauh? Sok atuh, kunjungi blognya, atau bisa juga kontak beliau lewat akun media sosial ini ;
  • Instagram: @elisakoraag
  • G+: Elisa Koraag
  • Twitter: @mamavanenbas
  • Email: elisa201165@gmail.com